SEKILAS INFO
: - Jumat, 24-05-2024
  • Kami Menyambut baik terbitnya Website SMAN 1 MERAWANG, dengan harapan dipublikasinya website ini dapat meningkatkan layanan pendidikan kepada siswa, orangtua, dan masyarakat pada umumnya. Dengan fasilitas ini Siswa dapat mengakses berbagai informasi pembelajaran dan informasi akademik. Sebaliknya orangtua juga dapat mengakses informasi tentang kegiatan akademik dan non akademik putra – puterinya di sekolah ini.
One Day One Juz dan Sholat Dzuhur Berjamaah Tingkatkan Ketakwaan Siswa

Baturusa — SMA Negeri 1 Merawang merespon dengan baik program pemerintah dalam bidang pendidikan khususnya dalam merealisasikan program Penguatan Pendidikan Karakter melalui peningkatan akhlak mulia.

Pada semester kedua tahun pelajaran 2017/2018, SMA Negeri 1 Merawang mulai mengaktifkan kembali program One Day One Juz. Tak hanya itu, guna meningkatkan keimanan dan ketakwaan siswa, SMANSER juga menerapkan program shalat Dzuhur berjamaah.

Menurut Kepala SMA Negeri 1 Merawang, Ibu Dra. Hj. Nihlatin Nisa, kedua program ini dijalankan sesuai arahan dari Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Dalam surat yang ditujukan kepada kepala SMA se-Bangka Belitung tertanggal 13 Desember 2017 dijelaskan bahwa setiap sekolah diharapkan melaksanakan sejumlah program terkait dengan upaya percepatan pembangunan di bidang pendidikan serta Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) demi menanamkan akhlak mulia pada diri siswa.

Sejumlah program itu diantaranya adalah melaksanakan sholat Dzuhur berjamaah di sekolah serta mengkhatamkan Al-Quran satu kali dalam setahun.

“Melalui pelaksanaan kedua program ini, kami sangat berharap akan dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan anak-anak didik kami di sekolah ini,” kata Ibu Nisa, sapaan akrab Ibu Nihlatin Nisa ketika ditemui tim redaksi di ruang kerjanya, Sabtu (10/2) lalu.

Kendala yang masih ditemui selama program ini berjalan, lanjut Bu Nisa, adalah masih ditemukannya siswa-siswi yang tidak mengikuti kegiatan dengan baik. “Masih ada siswa yang terlambat datang ke sekolah sehingga tidak bisa ikut mengaji. Ada pula yang tidak membawa Al-Quran, tidak bisa mengaji, dan malas ikut sholat berjamaah,” terangnya.

Bu Nisa mengatakan bahwa untuk mengatasi kendala semacam ini pihak sekolah melakukan pembinaan secara rutin kepada siswa bersangkutan yang dilakukan melalui kerja sama semua elemen sekolah mulai dari guru mata pelajaran, wali kelas, guru BK, hingga kepala sekolah.

“Kita berharap ke depannya kegiatan mengaji dan sholat berjamaah ini diterapkan dalam kehidupan sehari-hari siswa, baik di sekolah maupun di rumah,” kata Bu Nisa.

Sementara itu, koordinator program One Day One Juz dan Sholat Dzuhur berjamaah, Bapak H. Senan, M.Pd. mengungkapkan bahwa pelaksanaan membaca Al-Quran ialah pada 15 menit sebelum pelajaran pertama dimulai, yakni pada pukul 07.00 sampai dengan 07.15 WIB.

Dalam pelaksanaan sholat Dzuhur berjamaah, dijelaskan lebih lanjut oleh Pak Senan bahwa lokasi sholat dibedakan antara siswa putra dan putri. Hal ini mengingat kapasitas musholah sekolah yang belum memadai untuk menampung seluruh siswa.

“Siswa putra yang jumlahnya lebih sedikit dibandingkan dengan putri, melaksanakan sholat Dzuhur berjamaah di musholah sekolah, sedangkan siswa putri melaksanakannya di musholah desa, Musholah Al-Mansyur yang letaknya tidak jauh dari sekolah,” terang Pak Senan.
Seperti halnya kepala sekolah, Pak Senan sangat berharap program ini dapat meningkatkan ketakwaan para siswa. “Dengan meningkatnya ketakwaan siswa maka akhlakul karimah bisa menjadi karakter mereka sehari-hari,” kata guru mata pelajaran agama ini.

Ketua Rohis SMA Negeri 1 Merawang, Dodi mengaku gembira sekali dengan adanya program ini. Menurut Dodi, selama ini siswa-siswi memang sedikit sekali yang mengerjakan sholat Dzuhur di sekolah. Apalagi membaca Al-Quran. Sangat jarang siswa yang melakukannya. Dengan adanya program ini, kata Dodi, ia berharap semakin banyak siswa yang menyadari kewajibannya dan menunaikannya dalam kehidupan mereka sehari-hari.

Meski demikian, Dodi tak menampik bahwa masih ada saja siswa yang sulit untuk diajak melaksanakan sholat Dzuhur berjamaah ataupun mengaji di pagi hari sebelum memulai pelajaran. “Alasan mereka macam-macam. Ada yang berat bawa Al-Quran, ada yang lupa,” kata Dodi seraya berharap melalui pembinaan yang intensif para siswa yang masih membandel ini bisa segera menyadari kelalaiannya dan mau memperbaiki diri.

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments